NOVEL SERIES PART 1 : MOZZAREILA
sumber foto: https://www.relationshipplace.com
Sore ini, di tengah Taman Kota yang mulai sepi, ada dua insan yang tengah duduk bersampingan dalam diam. Belum ada yang berani untuk memulai pembicaraan.
Beberapa
hari terakhir, Mozza merasakan senyum yang diberikan Reila kepadanya begitu berbeda.
Suara yang dikeluarkan wanita itu terdengar lemah walau Ia sebenarnya tak
banyak berbicara. Beberapa kali Mozza menemukan kekasihnya ini termenung dan
betapa hal itu membuat hatinya khawatir tak karuan.
Berusaha
untuk menguatkan diri, Reila pun membuka pembicaraan, “Udahan ya?” ucap wanita
dua puluh empat tahun itu kepada laki-laki disampingnya yang kini tengah
menatapnya kaget. Jauh didalam hatinya, dia masih sangat mengharapkan Mozza.
Bahkan tidak pernah berubah. Hanya saja takdir tidak begitu ramah pada
hidupnya.
“Reila...”
lirih Mozza. Matanya jelas-jelas menggambarkan kekecewaan yang begitu dalam.
Reila dan Mozza sudah berpacaran sejak SMA kelas 12 dan sekarang sudah tahun
ke-6 mereka menjalin hubungan.
“Dengar,
Za. Kita gabisa lebih jauh lagi. Kamu ’kan tau sendiri masalah kita dari dulu
sampai sekarang masih sama dan belum ada ujungnya. Mau sampai kapan, Za? Kita
udah berkali-kali putus-nyambung, lalu balik lagi karena berharap semuanya akan
selesai, but nothing changed.
Pokoknya, kamu harus move on dari
aku,” Reila menatapnya lekat dan berharap Mozza mengerti posisinya saat ini.
Keadaan
pun seketika menjadi hening. Mozza tak bisa membalas ucapan Reila. Itu semua
memang benar adanya bahwa dari dulu sampai sekarang, ada 1 hal yang tidak bisa
mereka lawan, yaitu restu dari orangtua Reila. Sejak mereka SMA, orangtua Reila
memang tidak pernah merestui bahkan menentang keras hubungan anaknya dengan
Mozza. Beribu cara yang telah mereka lakukan untuk mengambil hati pun tak digubris
oleh orangtua Reila.
“Za,
jangan diam aja. Aku tau orangtua kamu udah nyuruh kamu buat cepat nikah dan
kalau kita kayak gini terus, kapan kamu nikahnya, za?”
“Kamu
yang akan aku nikahi, Reila,” tutur Mozza tegas.
Reila
menghela napas dan berkata, “Mozza, tolong jangan ikut campurkan harapan kamu
dalam pembicaraan ini. Kamu tau persis gimana kita gaakan bisa melanjutkan ini ke
tahap selanjutnya,”
Kali
ini, Reila benar-benar khawatir. Dia khawatir dengan semua hal yang akan
terjadi diantara Ia dan Mozza. Bagaimanapun, Reila harus mempersiapkan diri untuk
melepaskan laki-laki dihadapannya saat ini karena, penghalang hubungan mereka
bukan hanya sekadar alasan remeh, melainkan sesuatu yang bahkan semesta pun tak
berani ikut campur. Semesta seolah-olah memalingkan langitnya tiap Reila
melayangkan doa bahwa suatu saat ingin bisa dipersatukan dengan laki-laki
bernama Mozza Pragaraksa.
Mozza
amat frustasi. Mozza sadar dia bukan lelaki sempurna, bahkan orangtua Reila
seakan membenci semua hal tentang dirinya, serta tekanan dari orangtuanya yang
menginginkan Mozza untuk cepat menikah, ditambah lagi, Mozza mengetahui satu
hal yang selama ini Reila tutupi darinya, semakin menambah keraguan dalam diri
Mozza untuk tetap mempertahankan hubungan mereka.
Mozza
menarik napas dalam-dalam dan mengehembuskannya, “Oke, aku ikuti kemauan kamu.
Tapi dengan satu syarat.”
“Aku
nikah. Kamu nikah,” lanjut Mozza tanpa memandang Reila yang kini tengah kaget
luar biasa dan masih tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya barusan. Bagaimanapun,
mereka telah bersama selama enam tahun dan jika sekarang dia harus menikah
dengan orang lain, Reila tidak tahu siapa labuhannya setelah ini.
Reila
tahu betul bagaimana kerasnya usaha Mozza selama enam tahun mempertahankan
hubungan mereka dan berjuang mati-matian untuk mendapat restu dari orangtuanya.
Tapi apa daya, Reila yakin bahwa dirinya yang harus mengakhiri ini secepat
mungkin, lagipula sudah sejak lama Reila tahu bahwa mereka tidak akan pernah
bersama.
“oke,
itu bukan masalah. Asal izinin aku buat bantu kamu menemukan pengganti aku,”
pintanya yang hanya dibalas anggukan pelan dari Mozza dan lantas berbalik
menuju mobil yang Ia parkir di depan taman meninggalkan Reila dengan segala
emosi yang berkecamuk di dadanya.
Mereka
bersama seolah sedang menghitung mundur waktu perpisahan mereka sendiri. Kini, mereka butuh ruang untuk menemukan pelabuhan mereka yang sebenarnya.
BERSAMBUNG...
↠ notes : update tiap 2 hari sekali. silahkan tinggalkan komentar mengenai cerita ini :)
thanks for reading!
↠ notes : update tiap 2 hari sekali. silahkan tinggalkan komentar mengenai cerita ini :)
thanks for reading!
<div class="LI-profile-badge" data-version="v1" data-size="medium" data-locale="in_ID" data-type="vertical" data-theme="dark" data-vanity="fitri-permata-putri-429a76191"><a class="LI-simple-link" href='https://id.linkedin.com/in/fitri-permata-putri-429a76191?trk=profile-badge'>Fitri Permata Putri</a></div>

Komentar
Posting Komentar